TANGERANG – Sebuah video singkat yang merekam interaksi antara seorang guru dan muridnya baru-baru ini menyita perhatian publik di media sosial. Video yang diunggah oleh Muhammad Harry Fauzan (dikenal sebagai Harry Fauzan), seorang pendidik sekaligus kreator konten asal Tangerang, sukses membuat ribuan warganet tersentuh hingga meneteskan air mata.
Dalam video tersebut, Harry Fauzan yang juga menjabat sebagai Kepala Program Keahlian TJKT di SMK Otomotif Waskita, terlihat memberikan kejutan berupa satu unit smartphone baru kepada salah satu siswanya, Ridho Febriandika (16).
Bermula dari Insiden Saat Ujian
Kisah mengharukan ini bermula saat pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) di SMKS Otomotif Waskita. Sesuai prosedur sekolah, seluruh siswa diwajibkan mengumpulkan ponsel mereka selama ujian berlangsung.
Masalah muncul ketika ujian selesai. Saat Ridho mengambil kembali ponselnya, ia mendapati perangkat tersebut mengalami kerusakan fatal—layar sentuh tidak merespons dan sistem terjebak dalam mode pemulihan (recovery mode). Panik karena itu adalah satu-satunya alat komunikasinya, Ridho segera berlari mencari Pak Harry di ruang lain untuk meminta bantuan perbaikan.
Janji Manis dan "Kebohongan" Mulia
Melihat kondisi ponsel siswanya yang sudah usang dan rusak parah, Harry menyadari bahwa perbaikan biasa tidak akan bertahan lama. Namun, alih-alih mengatakan hal yang sebenarnya, Harry memutuskan untuk melakukan "kebohongan" mulia.
Ia berpura-pura menyanggupi untuk memperbaiki ponsel tersebut, padahal dalam hati ia telah berinisiatif untuk membelikan yang baru secara diam-diam. Dalam momen tersebut, Harry juga menyisipkan pesan moral. Ia meminta Ridho berjanji: jika ponselnya berhasil "diperbaiki", maka Ridho harus berhenti merokok dan lebih rajin bersekolah. Kesepakatan itu pun disetujui oleh Ridho dengan penuh harap.
Skenario "Pengalihan Isu" di Golden Lamian
Tanpa sepengetahuan Ridho, Harry menyusun skenario kejutan. Alih-alih menyerahkan HP lama yang "diperbaiki", Harry mengajak Ridho dan tiga teman sekelasnya—Ade Putra Saddam, Muhammad Dzildan Saputra, dan Muhammad Rafli Saputra—untuk makan bersama di restoran Golden Lamian, Tangcity Mall.
Di sana, Harry menjalankan rencana "operasi senyap" bersama ketiga teman Ridho. Saat pesanan tiba, teman-temannya bertugas mengalihkan pandangan Ridho ke arah luar restoran. Di momen itulah, Harry dengan sigap meletakkan kotak smartphone baru tepat di samping mangkok makan Ridho.
Momen Lucu Bercampur Haru
Kejadian unik pun terjadi. Meski kotak HP sudah terpampang jelas di samping makanannya, Ridho yang polos tidak menyadarinya selama hampir 4 menit. Harry Fauzan sempat memberikan beberapa kode isyarat, namun sang siswa tetap tidak sadar hingga akhirnya diminta untuk melihat langsung ke meja.
Saat Ridho menyadari benda tersebut adalah miliknya, ekspresi bingung yang berubah menjadi kebahagiaan tak terbendung langsung terpancar. Momen ketulusan inilah yang kemudian viral dan di-repost oleh berbagai akun besar, termasuk akun PStore, memancing simpati dan doa baik dari masyarakat luas.
Sosok Guru dengan Pendekatan Humanis
Aksi ini semakin mengukuhkan sosok Muhammad Harry Fauzan sebagai pendidik yang memegang teguh pendekatan humanis. Lahir di Kota Tangerang dan memulai karir pendidikan sejak 2015, Harry tidak hanya dikenal sebagai pengusaha dan guru produktif TKJ, tetapi juga figur internet yang kerap membagikan konten kedekatan emosional antara guru dan siswa.
Apa yang dilakukan Harry Fauzan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa peran seorang guru tidak hanya mentransfer ilmu di dalam kelas, tetapi juga menjadi orang tua asuh yang peka terhadap kondisi siswanya. Bagi Ridho Febriandika, ponsel baru tersebut mungkin bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol harapan dan dukungan agar ia terus semangat meraih cita-cita meski di tengah keterbatasan.